Wanita Ini Dikecam Kebablasan Saat Berada di Masjid

Sponsored Link
Ads[300x250]

Maryam Lee. Aktivis gerakan perempuan asal Malaysia itu tengah disorot. Perilakunya dianggap telah kebablasan saat berkunjung ke sebuah masjid di negeri jiran tersebut.

Maryam mengenakan rok pendek saat berkunjung ke Masjid Nasional, Kuala Lumpur. Lebih parahnya lagi, Maryam yang tidak memakai kerudung itu mengaku mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari pengurus masjid.

Dia kemudian membandingkannya dengan lingkungan tempat ibadah di Yogyakarta, yang dia sebut tidak sembarangan mengusir pengunjung.

Dalam status Facebooknya, Maryam mengunggah foto dirinya berpose di teras Masjid Nasional, Kuala Lumpur.

Dalam foto itu, Maryam mengungkapkan rasa kecewa diusir pengurus masjid, dengan menulis: " Tahan 30 menit sebelum dihalau keluar masjid karena 'melanggar adab'."

Dia kemudian mengutip percakapannya dengan seorang teman yang memberikan dukungan kepada aksinya.

" Iki: Sangat marah. Islam seharusnya tidak mudah marah. Itu setan namanya.

" Me: Haih, Iki tahu kan, kalau di Yogyakarta aku tidak dihalau begini.

" Iki: Aku tahu.

" Tuhan, berikan aku kekuatan untuk memaafkan mereka yang melakukan kekerasan atas nama-Mu."



Aksi Maryam yang keterlaluan itu mendapat kecaman luas dari netizen Malaysia. Mereka marah dengan Maryam karena dinilai seenaknya melanggar aturan yang sudah umum berlaku di masjid manapun.

Presiden Koalisi Perempuan Internasional untuk Lembaga Keluarga dan Pendidikan Berkualitas (WAFIQ), Associate Professor Dr. Rafidah Hanim Mokhtar, juga turut prihatin dengan tingkah Maryam.

" Semata-mata untuk membuktikan agama suka menghukum? Jika sudah tahu adab dan aturannya, mengapa sengaja melanggar yang sudah digariskan? Kemudian menuduh masjid tidak ramah, tidak berdakwah?

" Memprovokasi, menimbulkan kemarahan masyarakat, kemudian membentak orang yang menegur, menjadikan dirinya seolah korban sudah menjadi modus operandi aktivis gerakan perempuan yang memuakkan," ujar Rafidah di akun Facebooknya.

Masjid Nasional adalah salah satu tempat yang paling banyak dikunjungi turis asing termasuk non-Muslim dari seluruh dunia yang telah mengunjunginya seperti mantan Presiden AS Barack Obama.

Maryam seharusnya tidak melakukan hal itu yang sengaja menghancurkan nama baik Islam dan berusaha untuk meningkatkan hak-hak individu yang jelas-jelas telah melanggar aturan masjid.

Sebelumnya, Maryam memicu kontroversi ketika bercerita dia merasa ditindas karena diajarkan memakai jilbab sejak berusia 9 tahun oleh orang tuanya.

Setelah itu dia menyatakan orang tua yang mendidik anak-anak perempuan untuk memakai jilbab sejak kecil adalah satu bentuk penindasan hak dan kekerasan fisik terhadap anak-anak.

Anehnya, saat berkunjung ke Iran pada tahun 2016, Maryam mengaku memahami adab dan budaya negara itu dengan selalu memakai jilbab ke mana pun dia pergi.

Saat ini, Maryam sudah tidak memakai busana syar'i dan berhijab sejak usianya menginjak 25 tahun. Dia bilang ingin menjadi dirinya sendiri.

Apalagi, menurutnya, Alquran tidak pernah menyuruh kaum wanita untuk 'menutup' rambutnya.
Ads[300x250]